Hi Semua ,
Dua kata pada subjek diatas merupakan kalimat pendek yang menjadi favoritku mulai minggu kemarin …. Semenjak berdiskusi dengan perenggu Erwan yang memberikan pandangan bahwa pencitraan diri penting bahkan mkn lbh penting dari kemampuan diri , aku mulai mendalami teknik-teknik pencitraan diri he he … dan mesti dimulai dari sekarang ……
Teringat juga dengan apa yang dilakukan politisi muda anggota dprd Belbar yg menurut salah seorang rekan milist akan maju juga dalam pilkada Belbar . Politisi ini dalam soal pencitraan diri mungkin lebih siap dibandingkan dengan yang lain atau setidaknya sama
siapnya ( dalam pandangan subjektif saya sih dan data yang ada ) . Dia telah menulis buku yang byk beredar di pusat perbelanjaan Belitung dan toko2 buku Di Belitung , yang berisi kiprahnya selama ini dan tentu berita baik dan positif yang tertulis didalamnya , kemudian dia juga menjadi penggalang kegiatan sosial dan mkn juga kegiatan yang lain . Mungkin dia juga belajar dari rekan satu partainya yang lain yang berhasil menjadi kepala daerah di Beltim. Hal ini semua baik tulus murni ataupun tulus ++ tentu akan berimbas pada pencitraan positif di masyarakat dan sangat penting dalam pilkada, Hal sama yang dilakukan balon lain seperti membangun mesjid , sowan sana-sini , pasang spanduk dan banyak metode lainnya.
Ehmm tak melulu soal pilkada sih , pencitraan diri penting dilakukan oleh setiap pribadi yang tentunya ingin meraih kesuksesan , Sebagai karyawan dengan pencitraan yang baik akan memudahkan kita untuk meningkatkan karir, sebagai pengusaha tentu akan disenangi customer dan disegani kompetitor , sebagai suami tentu akan selalu disenangi istri dan anak-anak.
Pencitraan diri lbh penting dari kemampuan diri ?? Tergantung … pada pilkada pencitraan diri penting pada tahap awal pemilihan terlebih bagi calon yang belum pernah menduduki jabatan stragis sebelumnya, kalau sudah pernah maka referensi yang dipakai voter adalah pembuktian kemampuan diri dijabatan sebelumnya.
Namun bagiku kemampuan diri adalah mutlak. Kemampuan diri adalah hal yang dapat kita kontrol , sedangkan pencitraan diri adalah hasil dari realisasi kemampuan diri yang dicampur dengan opini yang tentunya diluar kontrol kita. Tentunya kemampuan yang bermanfaat bagi orang banyak akan menimbulkan pencitraan diri yang positif .
Hal yang dilakukan oleh balon bupati/wabup yang akan maju dalam pilkada .
Mudah-mudahan sih pencitraan diri yang bagus juga dibarengi dengan realisasi kemampuan diri yang bagus pula …. kalau gak yah bad deal dong……
Brgds
Teddy A