Ass.
Kemarik sempat mudik 10 hari di belitung dari tanggal 20 - 31 des 07 walau target byk
yg tidak tercapai , cuace lah , masa liburan utk pegawai pemda and anak-anak sekolah lah , ngasuh si kecil he he
Kalau ditanya perubahan apa di belitong sepertinya gak punye referensi yg cukup soalnya jalan-jalan terus .Yg jelas dgn kondisi cuaca yg gak bersahabat harga ikan jd mahal imbasnya pempek mahal ha ha ( nyambung dikit ).
Target pribadi byk yg tercapai tp target sosial maupun bisnis sepertinye 90% gak tercapai .
Untuk sektor pariwisata kl bag utara Belitung barat sepertinya masih seperti yang dulu, blm ada perubahan infrastruktur yg signifikan selain jalan baru perawas – tanjung
tinggi, dengar2 burung mandi sdh bagus ( CMIIW ), tapi anging kencang banget kurang cocok buat bayi he he.
Trus rumah adat disamping rumah bupati sudah setengah jadi….. apa lagi ya cerita yang bagus-bagus ? ehmm … ( maklum jalan2 mulu sama si kecil dan keluarga )
Yg paling kentara tentu seperti yg byk dibicarakan di milist belitungisland@yahoogroups.com adalah mslh listrik . Aku pikir gak terlalu signifikan kalo di rumah , lokasi jl air ketekok arah kebun jeruk , gak terlalu sering mati tp tegangan
sering drop . tp pas jalan-jalan ke Bukit Berahu ( bukitberahu.com ) pas pulang malam sepertinya gelap di daerah tanjung binga , katanya kalau soal ini jangan ditanya lagi udah jadi langganan … oo walah seperti itu ya !?!.
Kalau mengharapkan penduduk yang bermukim di Belitung untuk “class action” ke PLN sepertinya sulit. Belum apa-apa sudah berkata mau melawan bagaimana menurut salah seorang tetanggaku. Dibutuhkan kecerdasan, keberanian dan strategi yg tepat untuk menghadapi persoalan ini. Dan lebih terkejut lagi adalah bahwa PLN cab Tanjung Pandan Belitung merugi 85 M, dimana pemasukan hanya sekitar 75 M. Aku sedikit yakin kalai biaya produksi PLTD di Tanjungpandan lebih besar dari pemasukan tapai kalau merugi lebih dari pemasukan yang didapat, saya hanya “no comment” saja , maklum awam banget soal produksi PLTD ini. Yang saya tahu kalau perusahaan swasta sudah bersiap-siap untuk mem-phk karyawannya.
Kemudian tiket pesawat.
Masuknya maskapai baru Kartika dan Linus membawa perubahan positif tethadap harga tiket. Jika sebelumnya pd masa liburan tiket mahal sktr > 500rb maka tiket skrg < 400rb setidaknya sampai tanggal 1 Jan 08. Belum tahu harga yg ditetapkan kartika < 400rb apakah sementara ( promosi ) atau akan berlangsung dlm waktu lama ? atau akan ada lobi-lobi antar maskapai untuk sepakat pasang harga tinggi ? seperti di Bangka (600rb kalau gak salah CMIIW) . Kita tunggu saja ….
Yang agak bikin kesal adalah pas mau balik ke jkt utk tgl 31 des , waktu mau ambil tiket tgl 27 des tidak diberikan oleh staff salah satu maskapai lama karena harga belum pasti apakah naik menjadi 400rb atau 425rb yg sebelumnya dikonfirmasi 375rb , kebetulan juga printernya rusak ya sudahlah siap-siap harga tiket naik , entah kenapa besoknya harga tiket menjadi 375rb weleh-weleh. …
BBM lagi.
Kalau yang ini sepertinya bakalan panjang ceritanya, beli bbm di spbu susah , tentu bisa dimaklumi dengan semakin banyaknya pengecer bbm , satu solusi untuk menambah uang
dapur. Sepertinya teknologi BBM kendaraan motor dari air laut yg telah berhasil dikembangkan oleh peneliti Indonesia ( sy lupa bgt namanya ) perlu segera diakomodir oleh produsen kendaraan bermotor, walau para pengecer bbm bakalan komplain.
Kalau saya melihat salah satu keterbatasan dalam sisi bisnis/eknonomi adalah jumlah konsumen yg terbatas artinya target pasar untuk produsen di belitong harus jg mencakup luar daerah/nasional/ internasional jika kita berbicara eknonomi skala besar , kalau tidak susah utk berkembang , contoh sederhana adalah pengecer bbm yg semakin byk tentu jatah pembeli (yg nb penduduk yg bermukim di bltg) utk tiap pengecer mengecil , kalau
targetnya cuma nambah uang dapur mungkin cukup.
Jd ada dua alternatif yaitu mengembangkan produk yg pasarnya tdk cuma lokal seperti yg sdh dilakukan export hasil laut, perkebunan dll. atau menarik konsumen ke belitong seperti sektor pariwisata dimana jk byk turis yg datang seperti bali maka usaha level UKM lbh mudah berkembang.
Memang dibutuhkan lebih dari sekedar prasyarat umum sebuah kegiatan eknonomi tp dibutuhkan juga pelaku eknonomi yg cerdas , petani/nelayan/ produsen yang kreatif , pengusaha/pemasar yang memiliki hati nurani , serta regulator/controller yg memiliki visi/misi/aksi yang terarah dan tepat guna serta berkeadilan . Dalam hal ini controller bisa juga perannya digantikan oleh pihak independent seperti yg dilakukan oleh Milist belitungisland@yahoogroups.com
Yahh lagi-lagi berwacana …. tapi lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali. Siapa tahu rekan-rekan lain punya kapasitas yang lebih daripada sekedar berwacana
Segitu aja deh ceritanya. Ntar disambung dengan cerita-cerita yang lain.
Selamat tahun baru 2008 . semoga lebih baik …
Adakah yg sudah buat resolusi utk tahun ini ??
Teddy A